Minggu, 13 November 2011
Multimedia Design Objek
Minggu, November 13, 2011
SMiKtou
1. Menggambar Bentuk.
Menggambar Bentuk adalah memindahkan objek/benda-benda yang ada disekitar kita dengan tepat seperti keadaan benda yang sebenarnya, menurut arah pandang dan cahaya yang ada.
Menggambar bentuk adalah memindahkan objek/benda-benda yang ada disekitar kita dengan tepat seperti keadaan benda yang sebenarnya, menurut arah pandang dan cahaya yang ada.
Menurut Dr. Cut Kamaril WS. Menggambar Bentuk merupakan usaha mengungkapkan dan mengkomunikasikan ide/gagasan, perasaan dalam wujud dwi matra yang bernilai artistik dengan menggunakan garis dan warna.
Ungkapan tersebut sesuai dengan bentuk benda yang digambar. Hasil gambarnya menunjukkan kreativitas maupun keterampilan penggambar dalam menampilkan ketepatan bentuk maupun jenis benda yang digambar.
Dalam menggambar bentuk dituntut ketepatan bentuk benda yang digambar. Oleh sebab itu, diperlukan pengetahuan tentang dasar-dasar ketepatan bentuk yakni proporsi atau ukuran perbandingan dan ketepatan barik/tekstur yang menunjukkan ketepatan jenis benda tersebut. Bagi orang yang pandai menggambar dapat menggambar langsung dengan tepat apa yang digambar. Bagi orang yang masih belajar perlu mengetahui dasar-dasar proporsi tersebut, dengan menggunakan garis-garis pertolongan untuk membagi-bagi bentuk benda dalam ukuran perbandingan tertentu supaya gambarnya tepat.
Hakikat Menggambar
Menggambar adalah membuat guratan di atas sebuah permukaan yang secara grafis menyajikan kemiripan mengenai sesuatu.
Kata menggambar atau kegiatan menggambar dapat diartikan sebagai memindahkan satu atau beberapa objek ke atas bidang gambar tanpa melibatkan emosi, perasaan dan karakter penggambarnya.
Pemindahan ini dalam pengertian pemindahan bentuk atau rupa dengan memperkecil atau memperbesar ukuran keseluruhan yang untuk kepentingan tertentu dapat juga mempergunakan skala perbandingan (perbandingan ukuran) secara akurat.
Jenis-jenis pensil/potlot untuk menggambar
Menggambar dimulai dengan memilih jenis kertas yang cocok, disesuaikan dengan media pensil/potlot.
Potlot adalah alat yang lembut, tidak banyak memeberikan kedalaman, tingkat kekerasannya bermacam-macam; untuk permulaan gunakanlah potlot yang sedang lunaknya. (Untuk merampungkan gambar kelak hendaknya selalu digunkan potlot yang paling bermutu sejauh yang dapat diperoleh). Kekuatan garis bergantung pada kertas yang dipergunakan. Makin kasap kertas yang digunakan, makin gelap goresan potlot yang diperoleh. Sebaliknya makin licin kertas, makin abu-abu goresan itu. Kertas harus cukup kasap agar diperoleh garis potlot yang baik dan cukup keras sehingga tidak bercalar oleh potlot.
Banyak sekali macam dan jenis potlot/pensil sesuai dengan penggunaannya, antara lain:
a. Pensil Biasa:
Pensil biasa dengan batang kayu relatif murah, dapat dipakai untuk membuat berbagai macam goresan, dan dapat digunakan untuk menutup bidang gambar dan membuat bayangan. Walaupun pensil biasa sudah cukup cocok untuk dipergunakan menggambar, namun dalam pengunaannya harus diperhatikan mutu dan jenis pensilnya.
b. Pensil Keras (dengan istilah pensil Hard/H)
Pensil jenis ini memiliki tingkat dan kwalitas kekerasan mulai dari 9 H (sangat keras) kemudian F. Pensil jenis ini biasanya banyak dipakai untuk menggambar mistar, karena jenisnya yang keras tersebut. Semakin keras tingkatan isi pensil, semakin dapat digunakan untuk menghasilkan garis-garis yang padat, halus dan tipis.
c. Pensil sedang (dengan istilah pensil medium hard/HB).
Pensil ini dipakai untuk membuat desain/ sket/ gambar rencana, baik untuk gambar dekorasi maupun gambar reklame.
d. Pensil Lunak (dengan istilah pensil Soft/B)
Isi pensil yang lunak dapat menghasilkan garis-garis yang padat, gelap dan nada gelap terang. Untuk hampir semua gambar tangan bebas, pensil jenis B merupakan jenis pensil yang banyak manfaatnya. Jenis pensil ini banyak dipakai untuk menggambar potret, benda atau pemandangan alam dalam warna hitam putih.
e. Konte, berwarna hitam arang dan berbeda dengan pensil biasa karena mempunyai goresan yang tebal dan lebar. Dibedakan pula menjadi:
1) Hard/H/keras.
2) Medium/HB/sedang
3) Soft/B/Lunak, dipakai untuk menggambar potret, pemandangan alam dan benda.
f. Pensil berwarna.
Pensil ini mengandung lilin dan tersedia dalam 12 macam warna. (untuk kategori pensil warna bukan merupakan bahasan dalam penelitian ini).
g. Teknik-teknik yang digunakan dalam menggambar dengan pensil/potlot antara lain:
1) Teknik Stippel. Yaitu menggambar dengan titik-titik atau noda-noda yang diulang-ulang.
2) Teknik Dussel, atau disebut dengan teknik gosok. Yaitu menggambar dengan cara menggosok-gosokkan tangan atau kertas yang sudah diberi/dibubuhi dengan pensil. (Teknik ini tidak diperkenankan untuk digunakan dalam dunia pendidikan, akan tetapi kenyataan di lapangan para pelukis wajah/potret sering menggunakannya).
3). Teknik Arsir, Untuk menyampaikan kesan bentuk tiga dimensi yang tidak dapat terwakili hanya dengan garis kontur saja. Garis-garis arsir mengacu pada serangkaian garis sejajar dengan jarak berdekatan atau rapat
Jenis-Jenis Arsir antara lain:
a) Arsir Biasa, yaitu garis-garis arsir yang mengacu pada serangkaian garis rapat sejajar, seirama sesuai dengan bentuk benda yang digambar.
b) Arsir Silang, ialah arsir yang melibatkan penggunaan dua lapis garis arsir untuk mendapatkan kepadatan yang lebih tinggi dan menghasilkan nada gelap terang.
c) Teknik Scribbling, adalah suatu jenis arsiran jaringan yang terdiri dari garis-garis berbagai arah yang dibuat secara acak, sehingga tekstur visualnya akan bervariasi dengan teknik garis yang digunakan.
Dengan pengetahuan yang mantap mengenai sifat bahan dan fungsi alat, seniman dapat mengembangkan kekuatan menggambarnya tanpa kendala yang bersifat teknis. Menggambar merupakan soal rasa, pikiran, keterampilan, ide dan teknik yang tidak terpisah-pisahkan. Dorongan menggambar timbul pada umumnya karena adanya gagasan dalam pikiran untuk menyatakannya dengan bentuk visual.
Alat terakhir untuk pengoreksian gambar adalah penghapus, untuk menghilangkan bagian gambar yang tidak berhasil. Penghapus potlot yang biasa sudah cukup, sepanjang bersifat lentur, lunak dan bersih.
Ada kertas yang licin dan ada pula yang kasap, ada kertas bersadur dan kertas serap, kertas yang tebal dan yang tipis. Ada tiga jenis kertas yang dapat digunakan:
a. Kertas murah yang dapat digunakan dengan bebas. Barangkali kertas stensil atau kertas koran (yang dipakai untuk surat kabar, dapat diperoleh dalam ukuran kwarto dibungkus per rim).
b. Kertas Lakar ukuran saku (berbentuk buku ukuran saku)
c. Kertas gambar yang baik dengan tebal yang bermacam-macam, dalam lembaran, gulungan, atau bentuk buku. Kertas gambar biasanya berwarna putih mengkilap, tetapi ada juga yang berwarna putih kusam atau berwarna putih-India. Menurut Ajat Sakri dalam bukunya menjelaskan;
Menggambar dimulai jauh sebelum menarik garis yang pertama. Permulaannya ialah sikap badan yang baik dan sikap yang benar terhadap pekerjaan. Lengan dan seluruh tubuh harus santai. Pandangan tertuju pada permukaan kertas sebagai satu keseluruhan, menaklukkan dan menguasainya.
Menggambar Bentuk adalah memindahkan objek/benda-benda yang ada disekitar kita dengan tepat seperti keadaan benda yang sebenarnya, menurut arah pandang dan cahaya yang ada.
Menggambar bentuk adalah memindahkan objek/benda-benda yang ada disekitar kita dengan tepat seperti keadaan benda yang sebenarnya, menurut arah pandang dan cahaya yang ada.
Menurut Dr. Cut Kamaril WS. Menggambar Bentuk merupakan usaha mengungkapkan dan mengkomunikasikan ide/gagasan, perasaan dalam wujud dwi matra yang bernilai artistik dengan menggunakan garis dan warna.
Ungkapan tersebut sesuai dengan bentuk benda yang digambar. Hasil gambarnya menunjukkan kreativitas maupun keterampilan penggambar dalam menampilkan ketepatan bentuk maupun jenis benda yang digambar.
Dalam menggambar bentuk dituntut ketepatan bentuk benda yang digambar. Oleh sebab itu, diperlukan pengetahuan tentang dasar-dasar ketepatan bentuk yakni proporsi atau ukuran perbandingan dan ketepatan barik/tekstur yang menunjukkan ketepatan jenis benda tersebut. Bagi orang yang pandai menggambar dapat menggambar langsung dengan tepat apa yang digambar. Bagi orang yang masih belajar perlu mengetahui dasar-dasar proporsi tersebut, dengan menggunakan garis-garis pertolongan untuk membagi-bagi bentuk benda dalam ukuran perbandingan tertentu supaya gambarnya tepat.
Hakikat Menggambar
Menggambar adalah membuat guratan di atas sebuah permukaan yang secara grafis menyajikan kemiripan mengenai sesuatu.
Kata menggambar atau kegiatan menggambar dapat diartikan sebagai memindahkan satu atau beberapa objek ke atas bidang gambar tanpa melibatkan emosi, perasaan dan karakter penggambarnya.
Pemindahan ini dalam pengertian pemindahan bentuk atau rupa dengan memperkecil atau memperbesar ukuran keseluruhan yang untuk kepentingan tertentu dapat juga mempergunakan skala perbandingan (perbandingan ukuran) secara akurat.
Jenis-jenis pensil/potlot untuk menggambar
Menggambar dimulai dengan memilih jenis kertas yang cocok, disesuaikan dengan media pensil/potlot.
Potlot adalah alat yang lembut, tidak banyak memeberikan kedalaman, tingkat kekerasannya bermacam-macam; untuk permulaan gunakanlah potlot yang sedang lunaknya. (Untuk merampungkan gambar kelak hendaknya selalu digunkan potlot yang paling bermutu sejauh yang dapat diperoleh). Kekuatan garis bergantung pada kertas yang dipergunakan. Makin kasap kertas yang digunakan, makin gelap goresan potlot yang diperoleh. Sebaliknya makin licin kertas, makin abu-abu goresan itu. Kertas harus cukup kasap agar diperoleh garis potlot yang baik dan cukup keras sehingga tidak bercalar oleh potlot.
Banyak sekali macam dan jenis potlot/pensil sesuai dengan penggunaannya, antara lain:
a. Pensil Biasa:
Pensil biasa dengan batang kayu relatif murah, dapat dipakai untuk membuat berbagai macam goresan, dan dapat digunakan untuk menutup bidang gambar dan membuat bayangan. Walaupun pensil biasa sudah cukup cocok untuk dipergunakan menggambar, namun dalam pengunaannya harus diperhatikan mutu dan jenis pensilnya.
b. Pensil Keras (dengan istilah pensil Hard/H)
Pensil jenis ini memiliki tingkat dan kwalitas kekerasan mulai dari 9 H (sangat keras) kemudian F. Pensil jenis ini biasanya banyak dipakai untuk menggambar mistar, karena jenisnya yang keras tersebut. Semakin keras tingkatan isi pensil, semakin dapat digunakan untuk menghasilkan garis-garis yang padat, halus dan tipis.
c. Pensil sedang (dengan istilah pensil medium hard/HB).
Pensil ini dipakai untuk membuat desain/ sket/ gambar rencana, baik untuk gambar dekorasi maupun gambar reklame.
d. Pensil Lunak (dengan istilah pensil Soft/B)
Isi pensil yang lunak dapat menghasilkan garis-garis yang padat, gelap dan nada gelap terang. Untuk hampir semua gambar tangan bebas, pensil jenis B merupakan jenis pensil yang banyak manfaatnya. Jenis pensil ini banyak dipakai untuk menggambar potret, benda atau pemandangan alam dalam warna hitam putih.
e. Konte, berwarna hitam arang dan berbeda dengan pensil biasa karena mempunyai goresan yang tebal dan lebar. Dibedakan pula menjadi:
1) Hard/H/keras.
2) Medium/HB/sedang
3) Soft/B/Lunak, dipakai untuk menggambar potret, pemandangan alam dan benda.
f. Pensil berwarna.
Pensil ini mengandung lilin dan tersedia dalam 12 macam warna. (untuk kategori pensil warna bukan merupakan bahasan dalam penelitian ini).
g. Teknik-teknik yang digunakan dalam menggambar dengan pensil/potlot antara lain:
1) Teknik Stippel. Yaitu menggambar dengan titik-titik atau noda-noda yang diulang-ulang.
2) Teknik Dussel, atau disebut dengan teknik gosok. Yaitu menggambar dengan cara menggosok-gosokkan tangan atau kertas yang sudah diberi/dibubuhi dengan pensil. (Teknik ini tidak diperkenankan untuk digunakan dalam dunia pendidikan, akan tetapi kenyataan di lapangan para pelukis wajah/potret sering menggunakannya).
3). Teknik Arsir, Untuk menyampaikan kesan bentuk tiga dimensi yang tidak dapat terwakili hanya dengan garis kontur saja. Garis-garis arsir mengacu pada serangkaian garis sejajar dengan jarak berdekatan atau rapat
Jenis-Jenis Arsir antara lain:
a) Arsir Biasa, yaitu garis-garis arsir yang mengacu pada serangkaian garis rapat sejajar, seirama sesuai dengan bentuk benda yang digambar.
b) Arsir Silang, ialah arsir yang melibatkan penggunaan dua lapis garis arsir untuk mendapatkan kepadatan yang lebih tinggi dan menghasilkan nada gelap terang.
c) Teknik Scribbling, adalah suatu jenis arsiran jaringan yang terdiri dari garis-garis berbagai arah yang dibuat secara acak, sehingga tekstur visualnya akan bervariasi dengan teknik garis yang digunakan.
Dengan pengetahuan yang mantap mengenai sifat bahan dan fungsi alat, seniman dapat mengembangkan kekuatan menggambarnya tanpa kendala yang bersifat teknis. Menggambar merupakan soal rasa, pikiran, keterampilan, ide dan teknik yang tidak terpisah-pisahkan. Dorongan menggambar timbul pada umumnya karena adanya gagasan dalam pikiran untuk menyatakannya dengan bentuk visual.
Alat terakhir untuk pengoreksian gambar adalah penghapus, untuk menghilangkan bagian gambar yang tidak berhasil. Penghapus potlot yang biasa sudah cukup, sepanjang bersifat lentur, lunak dan bersih.
Ada kertas yang licin dan ada pula yang kasap, ada kertas bersadur dan kertas serap, kertas yang tebal dan yang tipis. Ada tiga jenis kertas yang dapat digunakan:
a. Kertas murah yang dapat digunakan dengan bebas. Barangkali kertas stensil atau kertas koran (yang dipakai untuk surat kabar, dapat diperoleh dalam ukuran kwarto dibungkus per rim).
b. Kertas Lakar ukuran saku (berbentuk buku ukuran saku)
c. Kertas gambar yang baik dengan tebal yang bermacam-macam, dalam lembaran, gulungan, atau bentuk buku. Kertas gambar biasanya berwarna putih mengkilap, tetapi ada juga yang berwarna putih kusam atau berwarna putih-India. Menurut Ajat Sakri dalam bukunya menjelaskan;
Menggambar dimulai jauh sebelum menarik garis yang pertama. Permulaannya ialah sikap badan yang baik dan sikap yang benar terhadap pekerjaan. Lengan dan seluruh tubuh harus santai. Pandangan tertuju pada permukaan kertas sebagai satu keseluruhan, menaklukkan dan menguasainya.
Materi Pembelajaran Kompetensi Kejuruan
Minggu, November 13, 2011
SMiKtou
Multimedia
Teknik Grafis Komunikasi
Teknik Penyiaran produksi TV radio
Seni Teater Jilid 1
Teknik Komputer Dan Jaringan
Modul TKJ Kelas 1
Modul TKJ Kelas 2
Modul TKJ Kelas 3
Wajan Bolic
Sabtu, 12 November 2011
CERPEN
Sabtu, November 12, 2011
SMiKtou
ANTARA
SAHABAT DAN CINTA
Oleh : Istiqomah Lafisyifa
Dua orang sahabat sedang berjalan, menuju rumah mereka yang berada pada satu kompleks perumahan. Mereka bertemu sejak masih duduk dikelas 2 SMP, disekolah yang berbeda. Mereka biasa di panggil dengan nama Aulia dan Fikri, pada saat mereka sudah lulus SMK, Aulia bertanya kepada Fikri.
‘’Fik, kamu mau melanjutkan kuliah dimana???’’
‘’ Aku ingin melanjutkan kuliah di dalam kota saja jurusan komputer, sesuai dengan sekolah ku. kalau kamu Li???’’
‘’kalau aku, ingin melanjutkan kuliyah di dalam kota juga. Aku ingin kuliyah dikesehatan bagian perawat, kelihatannya lebih asyik dan menantang’’
Ketika mereka sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing, tiba-tiba pada keesokan harinya Fikri berubah fikiran untuk masuk ke universitas yang sama dengan Aulia. Aulia pun heran sekaligus bingung, dan akhirnya Aulia bertanya pada Fikri,
‘’Fik, katanya mau kuliyah di jurusan komputer. Kok tiba-tiba kamu memasukan formulir dikesehatan bagian perawat juga???
‘’hehehe….. aku memasukan 2 formulir, yang satu diUniversitas lain bagian komputer dan yang satunya lagi dikesehatan bagian perawat’’
‘’Ooo…. Gitu, tapi sebanarnya kamu mengiginkan masuk dimana sih???’’
‘’Sebenarnya aku udah lama pengen masuk di kesehatan, tapi aku bingung mau masuk di bagian apa. Ya pas aku tahu kamu masuk di kesehatan bagian perawat, akhirnya aku memutuskan untuk memasukan formulir juga di kesehatan bagian perawat.’’
‘’yang bener kamu, apa jangan-jangan kamu ikutin aku yah…??? Ayo ngaku…’’
‘’E..e…e..enggak kok, ini emang kemauan aku. Kamu GR banget!!!’’
‘’Ah, yang bener???’’
‘’Iy, beneran, ngapain juga aku bohong. Bohong itukan dosa....!!!’’
‘’iya dech... aku percaya....”
Mulai dari saat itulah mereka semakin hari semakin dekat, hingga menimbulkan rasa cinta dan sayang di antara mereka berdua. Di tambah lagi dengan keakraban yang terjalin pada kedua orang tua mereka, dan tibalah saat yang ditunggu-tunggu oleh Fikri, yaitu mengungkapkan perasaannya kepada Aulia.
‘’Assalamu’alaikum.. lagi ngapain Li???’’
‘’Lagi duduk-duduk aja nich, di depan rumah. Kamu sendiri lagi ngapain???
‘’Aku juga lagi duduk-duduk didepan rumah, aku mengganggu gak???’’
‘’Ooo…… gak kok, kebetulan lagi santai aja di depan rumah. Ada apa ya Fik???’’
‘’Makasih. Begini Li, kita kan bersahabat sudah sangat lama, dan aku harap kamu merasakan hal yang sama dengan ku,’’
‘’Maksud kamu apa Fik??? Aku gak ngerti.”
‘’Li, sebenarnya udah lama banget aku menyimpan perasaan ini sama kamu. Aku suka sama kamu Li, tapi baru aku katakan sekarang Karena aku takut kamu marah dan benci sama aku. Aku katakan sekarag karena aku gak bisa terus-terusan menyimpan perasaan ini,’’
‘’Kenapa sampai kamu suka sama aku??? kita kan sahabatan Fik...!!’’
‘’Aku suka sama kamu, karena Cuma kamu yang bisa bikin aku tenang, kuat dan tegar. Kamu selalu ada disamping aku, kamu selalu buat aku tersenyum bahagia, dan hanya kamu yang bisa kasih aku kekuatan. Li, memangnya seorang sahabat tidak bisa merasakan cinta? Aku ingin, kamu jadi pacar aku. Kamu mau kan, jadi pacar aku Li???’’
‘’Gimana ya Fik, aku berterimakasih banget sama kamu. Karna kamu udah jadi sahabat yang paaaaling baik buat aku, dan makasih banget karena kamu udah jujur sama aku, aku juga mau jujur sama kamu Fik, kalau sebenarnya aku juga suka sama kamu.
Merekapun berpacaran, dengan restu dari kedua orangtua mereka, yang sudah tidak di ragukan lagi. 1 tahun berlalu, hubungan mereka bukannya semakin serius malah sebaliknya. Hubungan mereka semakin menjauh, di karenakan hadirnya orang ketiga di antara mereka yang merupakan teman dekat Aulia. Sifat Fikri pun makin lama makin berubah, Aulia merasakan hal yang berbeda pada diri Fikri. Tanpa diduga, Fikri pun mencari-cari kesalahan kecil yang Aulia perbuat, yang seharusnya sudah tidak perlu dibahas lagi, Aulia pun hanya diam. Akhirnya, dengan hati yang ikhlas Aulia pun menerima keputusan Fikri untuk mengakhiriakhiri hubungan mereka, dan hubungan mereka pun berakhir.
Baru beberapa hari hubungan Fikri dan Aulia berakhir, Aulia mendengar kabar bahwa Fikri menyatakan cinta pada Nur (teman dekat Aulia). Pada saat itu juga Nur menolak cinta Fikri, Fikri pun kecewa dan depresi berat. Keesokan harinya, Fikri memohon ma’af pada Aulia dan meminta Aulia kembali padanya. Tapi dengan berat hati Aulia pun menolak untuk kembali pada Fikri, dikarenakan Aulia sudah sangat kecewa dengan perlakuan Fikri pada dirinya.
Tiga hari berlalu, tiba-tiba salah satu sahabat Fikri yang bernama Irfan pun mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk mendapatkan Aulia. Yang ternyata sudah lama ia inginkan, Irfan pun mengungkapkan perasaannya pada Aulia,
“Hai Li, apa kabar??????”
“Alhamdulillah kabar baik, ma’af ini siapa ya…???’’
‘’Ini aku Irfan, sahabatnya Fikri.”
“Oh iya, ada apa fan…???”
“Begini Li, aku suka sama kamu. Kamu mau gak, jadi pacar aku???”
“Tapi aku kan mantan pacar sahabat kamu, Fan!!!”
“Iya Li, aku tahu itu. Tapi aku suka sama kamu, aku ingin kamu jadi pacar aku, bahkan jika Tuhan menghendaki. Aku ingin kamu menjadi pendampingku, hingga diakhirat nanti.’’
“Sorry Fan, aku gak bisa. Karena aku sudah anggap kamu sebagai sahabat aku, jadi aku gak bisa terima kamu sebagai pacar aku, apalagi jadi pendampingku.”
‘’Tapi Li, aku butuh kamu untuk merubah sifat dan gaya hidup ku yang brutal, aku butuh seseorang yang bisa membimbing ku. Menunjukanku jalan yang baik dan benara. Li, please…… aku mohon sama kamu, kamu mau kan jadi pacar ku???’’
“Hhhmmm........ Baiklah, aku terima kamu, tapi ada syaratnya.’’
“Apa syaratnya Li??’’
“Syaratya, kamu harus shalat 5 waktu. Dan jauhkan hal-hal yang merusak iman kamu, bisa???’’
“Iy Li, aku janji. Aku akan shalat 5 waktu dan menjauhi semua yang d larang oleh Allah. Trimakasih Li, kamu udah terima aku sebagai pacar kamu. Aku bahagia banget Li, bahagia... banget....”
Mereka pun berpacaran, baru satu malam mereka pacaran. Keesokan harinya Fikri mengetahui bahwa Aulia berpacaran dengan Irfan sahabatnya. Dengan rasa kecewa dan sakit hati karna merasa telah di khianati oleh sahabatnya sendiri, Fikri pun mendatangi sahabatnya,
“Fan, kamu emang benar-benar tidak punya perasaan. Sahabat macam apa kamu? Aku kecawa sama kamu, aku kira kamu tuh beda sama sahabat-sahabatku yang lain. Ternyata kamu sama dengan mereka, dasar penghianat.”
“Fik, aku bisa jelasin semuanya. Fikri... Fikri ...”
“Gak ada yang perlu dijelasin, aku tidak butuh penjelasan. Terimakasih atas semua yang kamu lakukan buat aku, aku kecwa sama kamu Fan.”
“Fik,... Fikri, tunggu…’’
Mulai saat itu, hubungan persahabatan merekapun berakhir dan satu minggu kemudian Aulia memutuskan untuk mengakhiri hubugannya dengan Irfan. Dikarenakan Irfan tidak menepati satu pun janjinya, dan kini Aulia, Fikri dan Irfan mengambil jalan masing-masing.
Visi & Misi SMK N 7 AMBON
Sabtu, November 12, 2011
SMiKtou
Visi Sekolah
Terwujudnya Sekolah sebagai Lembaga Pendidikan dan Pelatihan yang berstandar Nasional / Internasional serta tamatannya dapat bersaing pada pasar kerja tingkat Nasional / Internasional
Misi Sekolah
- Membekali kemampuan dan ketrampilan kepada peserta didik untuk menjadi manusia yang bertaqwa, disiplin, jujur, bermoral, berbudaya, tangguh, inofatif, dan professional yang mampu beradaptasi dan mandiri dilingkungannya.
- Mengembangkan sekolah sebagai tempat pelatihan menengah kejuruan yang adaptif, fleksibel dan berwawasan global.
- Memberikan pelayanan yang prima kepada siswa yang menjadi professional dan berorientasi masa depan.
- Menyiapkan dan menyalurkan tamatan sebagai tenaga kerja trampil dan professional sesuai ketentuan dunia kerja, dunia usaha, dan dunia industriyang berbasis local, regional, nasional dan internasional.
- Menciptakan tamatan yang berjiwa wirausaha.
Tujuan SMK Negeri 7 Ambon
- Sebagai sub system pendidikan nasional, pendidikan menengah kejuruan menyiapkan siswa menjadi tenaga kerja tingkat menengah yang professional, trampil, dan mandiri untuk mengisi lapangan kerja tingkat local, nasional dan internasional
- Menyiapkan siswa untuk memiliki ketrampilan kewirausahaan sebagai beka l peserta didik unutk menjadi pengusaha yang berbasis kompetensi pada program keahlian masing-masing dan mampu menciptakan lapangan kerja.
- Menghasilkan tamatan yang berkompeten sesuai dengan tujuan pasar kerja, khusus kebutuhan regional maupun internasional.
- Menyiapkan sumber daya manusia yang handal dalam menghadapi era globalisasi dan pasar bebas, AFTA, NAFTA, dan APEC.






